MAU PANJANG UMUR, MAKA KURANGI MAKAN GARAM


Garam adalah salah satu unsur yang dibutuhkan dalam setiap masakan karena fungsinya sebagai pemberi rasa. Tapi kita juga mengetahui terlalu banyak mengonsumsi pemberi rasa ini akan berbahaya bagi pembuluh darah kita. Sebenarnya, seberapa kuat tubuh kita bisa "menampung" garam?

Epidemolog Nancy R. Cook dan timnya melakukan penelitian Trials of Hypertension Prevention (TOHP) yang dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah akhir 1980-an dan tahap kedua pada awal 1990-an. Penelitian tahap pertama, fokus pada empat hal yaitu stres manajemen, pola makan sehat, dan pengurangan garam.

Sedangkan di tahap kedua menitikberatkan pada penurunan berat badan dan pengurangan garam. Mereka melibatkan 3 ribu responden yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Para responden dipastikan tidak punya masalah dengan pembuluh darah dan tekanan darah mereka.

Responden lalu dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diajarkan untuk memilih makanan yang rendah sodium sedangkan kelompok kedua hanya diajarkan bagaimana memilih makanan sehat secara umum. Kedua kelompok selama penelitian diamati konsumsi garamnya.

Pada penelitian tahap I yang berlangsung selama 18 bulan, respoden di kelompok pertama dalam seharinya hanya mengonsumsi sodium seribu miligram atau setara dengan 1 ½ sendok teh garam. Dan takaran ini menyelamatkan mereka dari gangguan pembuluh darah termasuk tekanan darah tinggi.

Di penelitian tahap II yang dilakukan selama 36 bulan, responden yang diberi arahan bagaimana memilih makanan yang kadar sodiumnya rendah, berhasil mengurangi konsumsi sodiumnya menjadi 750 miligram yang setara dengan sepertiga sendok teh yang berujung pada kualitas saluran pembuluh darah yang prima.

Sedangkan pada kelompok yang hanya diberi tahu bagaimana memilih makanan sehat secara umum, tidak signifikan memengaruhi kadar sodium dalam tubuhnya. Bahkan 9 persen dari mereka tetap mengalami serangan jantung atau stroke, sedangkan kelompok yang memilih makanan untuk mengontrol kadar sodium hanya mengalami masalah tersebut sebanyak 7,5 persen.

Dalam tubuh, sodium diperlukan untuk mengantarkan rangsangan pada sistem saraf kita dan menjaga agar mineral tetap tercukupi dalam tubuh. Tapi tubuh kita tidak suka segala sesuatu yang berlebihan, termasuk sodium. Ketika kelebihan akan kesulitan bagi ginjal untuk mengeluarkannya yang kemudian membuat cairan antar sel menjadi lebih banyak. Inilah yang kemudian membuat volume dalam sirkulasi darah meningkat yang kemudian menaikkan tekanan dalam darah atau jamak kita sebut hipertensi.

Takaran yang direkomendasikan ½ - 1 sendok teh dalam satu hari adalah rasa asin yang boleh kita nikmati. Tapi bagi kita yang memiliki gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi, takaran amannya sekitar ½ sendok teh. (PreventionIndonesia/Siagian Priska)

0 comments:

Posting Komentar

 
Copyright © 2011 Catatan Si Wahyu designed by Cara & Qecak Media.