Tips Aman Naik Taksi Bagi Para Wanita

Kejahatan bisa terjadi di mana saja. Di dalam angkutan umum seperti taksi, kejahatan seperti perampokan bisa terjadi setiap saat. Umumnya, kejahatan di dalam taksi ini menimpa kaum hawa karena mereka dianggap lemah.

“Kami imbau kepada masyarakat khususnya para wanita untuk memilih taksi yang aman agar terhindar dari bahaya,” ujar Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Yakub D, saat dihubungi wartawan, Minggu (18/12/2011).

Yakub mengimbau bagi masyarakat yang hendak menggunakan jasa angkutan taksi agar lebih selektif memilih armada. “Pilih taksi dari perusahaan yang memiliki kredibilitas dalam pelayanan,” kata Yakub.

Kemudian agar lebih terjamin keselamatan Anda, diimbau untuk memesan taksi via telepon melalui operator perusahaan tersebut. Hal ini agar perusahaan taksi tersebut dapat mencatat dengan jelas identitas si pemesan maupun sopir yang akan menjalankan taksi tersebut.

“Pesan taksinya langsung ke pangkalan resmi seperti di mal, hotel, stasiun dan lain-lain,” ujarnya.

Namun, bila terpaksa menyetop langsung di jalan, pastikan menunggu di tempat yang aman. Perhatikan dengan seksama logo perusahaan yaksi sehingga tidak terkecoh dengan warna taksi.

“Hindari membawa barang berharga yang berlebihan seperti perhiasan dan uang dan pakailah pakaian yang sopan dan tertutup,” katanya.

Pastikan mencatat data-data taksi seperti plat nomor kendaraan, nomor pintu dan nama taksinya serta sopirnya. Informasikan lebih dulu data-data tersebut ke keluarga atau teman terdekat.

“Sehingga kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, keluarga bisa mengetahui terakhir naik apa dan dapat diinformasikan ke petugas polisi bila terjadi kejahatan,” jelasnya.

Setelah masuk ke dalam taksi, periksa foto sopir yang tertera pada tanda pengenal dengan wajah sopir itu sendiri. Bila dimungkinkan, cek seragam sopir taksi tersebut.

“Kemudian jangan lupa untuk mengecek kesesuaian nomor pintu di dalam taksi dengan yang di luar,” imbuhnya.

Mintalah sang sopir untuk mengunci semua pintu saat naik. Kemudian pastikan rute perjalanan sesuai dengan tujuan.

“Hindari tertidur di dalam taksi dan telepon keluarga atau orang terdekat anda untuk mengimnformasikan identitas taksi dan pengemudinya dengan suara nyaring agar didengar langsung oleh sopirnya. Hal ini agar mengurungkan niat jahat pengemudi,” paparnya.

Bila sopir tiba-tiba menepikan taksinya dengan tiba-tiba, tegur dan laranglah sopir itu. “Kalau dia minta menepi dengan alasan bannya kempes, suruh menepinya di tempat yang ramai,” ungkapnya.

Kemudian, bila sudah terlihat gelagat yang mencurigakan, minta agar sopir segera menghentikan taksinya. Namun, pastikan Anda berhenti di tempat yang aman.

“Dan segera keluar dari dalam taksi. Saat turun, pastikan tidak ada barang bawaan yang tertinggal,” ujarnya. (Sumber: Detik.com)

0 comments:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011 Catatan Si Wahyu designed by Cara & Qecak Media.