Tips Menghilangkan Kebiasaan Menunda Dalam Diri Kita

Kebiasaan menunda pekerjaan mungkin terlihat sebagai masalah kecil. Banyak orang yang suka menaruh pekerjaannya pada batas akhir waktu agar lebih terasa tekanannya. Namun ternyata kebiasaan “last minuter” ini merupakan representasi dari ketidakberesan sistem dalam dirinya.

Hara Estroff Marano dalam tulisannya di Psychology Today, memaparkan bahwa orang yang suka menunda pekerjaan tersebut bukan hanya sebatas pada tindakan atau keiasaan membiarkan atau menunda penyelesaian tugas. Justru kebiasaan ini muncul karena ada energi negatif yang aktif dalam dirinya.

sukague.com

Akibat suka menunda pekerjaan akan langsung menyerang kebahagiaan diri sendiri. Karena semakin banyak yang ditunda, semakin berat pula bayang-bayang tugas tersebut selalu mengikuti. Maka, menjalani hidup pun terasa berat. Kebiasaan ini juga dapat merusak relasi, apabila tugas tersebut terkait dengan amanah dan kepercayaan orang lain. Maka dari itu mulai dari sekarang hentikan kebiasaan menunda pekerjaan dengan:

Pertama, walau sedang semalas apapun, paksakan diri Anda untuk segera mengerjakannya. Yakinkan diri Anda bahwa lebih cepat mengerjakannya, akan lebih baik hasilnya.

Kedua, kurangi atau hentikan perilaku yang mendukung kemalasan atau penundaan. Seperti menonton televisi, sibuk mengurusi penampilan, asik chatting dengan teman-teman serta melakukan hal yang kurang penting lainnya. Dahulukan menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas, dan setelah itu Anda akan bebas melakukan apapun yang Anda inginkan.

Ketiga, perbanyak bergaul dengan orang-orang yang positif serta memiliki manajemen waktu yang baik. Lingkungan yang positif otomatis akan menularkan kebiasaan-kebiasaan positif juga pada Anda.

Keempat, perkuat komitmen diri untuk selalu cepat menyelesaikan pekerjaan.

Kelima, buatlah tujuan atau target hidup yang jelas dan selalu menunjukkan peningkatan target dari waktu ke waktu.

Sumber :
ruanghati.com

0 comments:

Posting Komentar

 
Copyright © 2011 Catatan Si Wahyu designed by Cara & Qecak Media.